Lokasi

Jl. Sunan Bonang No.1, Sumber

Telepon

(0231) 32150

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, menjadi rujukan beberapa DPRD lain yang menggali ilmu mulai dari literasi, pendapatan asli daerah (PAD), hingga program pembentukan peraturan daerah (Propemperda).

Seperti diketahui, pada Selasa (10/1/2023) Gedung DPRD Kabupaten Cirebon dipenuhi kunjungan para anggota DPRD dari Purwakarta, Kota Cimahi, dan Kota Mojokerto.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka yang menyambut kunjungan tersebut, mereka datang untuk belajar dari Kabupaten Cirebon. Terkait banyak hal.

“Hari ini kita menerima kunjungan dari teman-teman DPRD dua Provinsi sekaligus. Jawa Barat dan Jawa Timur. Yakni DPRD Purwakarta, Kota Cimahi dan Kota Mojokerto,” kata Teguh, usai menerima kunjungan tersebut.

Teguh menjelaskan, yang mereka gali dari Kabupaten Cirebon tentunya berbeda-beda. Pertama Purwakarta terkait Propemperda, mereka menanyakan berhubungan dengan regulasinya.

Kemudian DPRD Kota Cimahi terkait kegiatan literasi di Kabupaten Ciebon. Sementara DPRD Kota Mojokerto terkait peningkatan PAD.

“Mereka ingin menggali potensi yang kita laksanakan, yang bisa ditetapkan atau bisa diambil asas manfaatnya di daerah mereka masing-masing,” katanya.

Ia mencontohkan Purwakarta, di sana program pembentukan peraturan daerah (Propemperda)-nya berjumlah 16. Terdiri dari usulan pihak eksekutif dan inisiatif DPRD. Ternyata, usulan dari eksekutifnya, di sana lebih sedikit dibandingkan inisiatif DPRD-nya.

Kemudian untuk Kota Cimahi, kata Teguh, berkaitan dengan literasi. Di sana, struktur wilayahnya adalah kota, seharusnya literasinya lebih unggul. Mereka berharap ada terobosan yang mereka gali di Kabupaten Cirebon.

Sementara dari Mojokerto terkait PAD, yang sedang digali oleh wakil rakyat disana. Mereka kata politisi Golkar itu, tertarik menggali beberapa hal. Salah satunya sumber PAD dari sektor pajak.

Dari hasil kunjungan mereka itu lanjut Teguh, Kabupaten Cirebon pun bisa menggali potensi yang bisa diterapkan.

“Kita juga sambil menggali potensi yang bisa diterapkan disini. Jadi sekali dayung dua pulau terlampaui,” katanya.

Ternyata, kata dia, ada beberapa kebijakan juga yang bisa diterapkan di Kabupaten Cirebon. Khususnya terkait literasi seperti di Kota Cimahi. Di sana lebih mengarah ke era digitalisasi.

“Di kita kan belum begitu optimal. Memanfaatkan sistem-sistem yang ada. Kan nanti bisa diterapkan juga,” ungkap Teguh.

Sumber : Kabar Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *